Oleh: pemudagkjw | Minggu, Juli 13, 2008

Exposure 10 Juni Youth & Women Leaders Training on HIV/AIDS, Drugs, and Reproductive Health

Yudha Prasetyawan, 8-13 Juni di Salatiga

Penyelenggara UEM

Kunjungan lapangan pada hari Selasa tanggal 10 Juni 2008 dimulai dengan Rumah Damai yang berlokasi di Desa Cepoko RT 004 RW 001, Kelurahan Cepoko, Kecamatan Gunung Pati, Semarang 50223. Suasana tampak luar dari tempat rehabilitasi penderita kecanduan narkoba ini sama sekali tidak menampakkan kesan seram seperti penjagaan yang ketat ataupun pagar yang tinggi berkawat duri. Sekilas memang tampak seperti rumah biasa atau rumah retreat pada umumnya. Dalam kesempatan masuk sebelum tempat pertemuan, kami menemui 2 orang penderita yang tampaknya memang masih dalam tahap awal tampak lemas dan kurang bersemangat.

Dalam ruang pertemuan, kami disuguhi dengan presentasi yang menarik oleh Mas Dany Boy dan Yoga. Keduanya merupakan mentor di Rumah Damai ini dan merupakan alumni dari tempat rehabilitasi tersebut. Poin penting yang didapatkan dari sesi penyampaian informasi ini adalah:

  1. Suasana rumah yang diciptakan juga dilengkapi dengan situasi yang kondusif antara lain menjadikannya sebagai kawasan bebas rokok, karena rokok merupakan entry point dari narkoba.
  2. Perlu adanya figure pendamping yang memiliki pro-active lifestyle (good role model) dan mereka yang memiliki success story (dahulu penderita tetapi sekarang hidup normal dan baik).
  3. Perlu mengembangkan sikap positif dengan 5 jangan
    1. Jangan marah (penderita biasa menyalahkan orang lain/menyangkal/membenarkan diri sendiri)
    2. Jangan merasa bersalah (ada kontribusi kesalahan besar dari penderita, orang tua yang merasa bersalah justru akan dimanfaatkan di kemudian hari)
    3. Jangan melindungi (dengan membayar hutang ke bandar)
    4. Jangan putus asa (siapa tahu besok bener)
    5. Jangan kurang pengetahuan
  4. Penanganan dibagi menjadi 3 fase
    1. Penyembuhan fisik, sama sekali tidak ada obat – jika lapar diberi makan
    2. Pemulihan pola pikir, perasaan dan penundukan kehendak
    3. Sosialisasi, pemasyarakatan kembali atau mengembalikan kepada aktivitas normal
  5. Kondisi sarana prasarana antara lain memiliki kapasitas 1 kamar diisi 4 orang dan seluruhnya terdiri dari 4 kamar. Biaya yang perlu disediakan adalah sekitar Rp. 2.500.000,- per bulan (mungkin hanya mereka yang mampu yang bisa membayar, tetapi diusahakan subsidi silang)

Akhirnya, kami ditunjukkan dengan situasi sekeliling antara lain fasilitas olah raga, refreshing mendengarkan musik rohani/kotbah, kamar dan sebagainya. Tidak dapat dipungkiri dengan situasi yang tidak ketat/terjaga penuh ada beberapa penghuni yang akhirnya memilih lari. Semua pelayanan di tempat ini dilakukan dengan cara pendekatan rohani Kristen.

Kunjungan ke dua dilanjutkan ke klinik VCT di Rumah Sakit Panti Wiloso Citarum Semarang. Penjelasan oleh Direktur Rumah Sakit menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

v Masalah AIDS merupakan masalah bersama termasuk gereja

v Penderita terkadang datang dari kalangan tidak terduga (bukan high risk), antara lain mahasiswa/i, ibu rumah tangga dan bahkan pelajar SMP/SMA sekalipun

v Klinik ini didirikan sejak Juli 2005 atas kerjasama Dinas Kesehatan, LSM Peduli AIDS dan lembaga pendanaan lain (Kegiatannya meliputi pembentukan tim/termasuk petugas laborat, pelatihan petugas dan pengadaan sarana prasarana)

v Ada tiga tim yang bekerja dalam klinik ini, antara lain: tim outreach yang bertugas untuk menjangkau penderita untuk dibawa ke klinik, tim VCT yang memberikan konseling-pemeriksaan-penegakan diagnosa bahwa seseorang reaktif HIV, dan Case Support an Treatment yang menjaga pengobatan preventif retrofil sampai dengan pasien betul-betul mengkonsumsi – sekaligus memeriksa dampak/hasilnya.

v Jika ingin mendirikan klinik sejenis harus memiliki jaringan yang kuat termasuk adanya dukungan manajemen rumah sakit, dukungan yang kontinu ditunjang dengan solidnya tim penjangkau. Jika sudah tahapan terapi maka hal tersebut sudah menjadi domain professional medis. Sedangkan manajemen rumah sakit membantu untuk sosialisasi dan promosi.

v Pasien umumnya berasal dari rujukan LSM peduli AIDS dan juga ada yang menghubungi hotline (024) 70255323. Kesulitan yang dihadapi adalah pasien yang berasal dari lokalisasi sering berganti identitas. Komposisi pasien wanita dan pria berimbang dengan dominasi umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun. Ada kasus di mana seorang mahasiswa terjangkit memiliki hubungan khusus dengan pria beristri. Untuk mengajak si pria dan istrinya sangat sulit karena stigma yang ada, sehingga harus dilakukan langkah pro-aktif.

v Pemeriksaan diawali dengan pengecekan daya tahan tubuh (CD 4) dan penderita sudah dibekali dengan konseling via berandai-andai dengan situasi terburuk yang bisa terjadi.

v Klinik yang ada di Semarang cukup banyak, tersebar di 4 rumah sakit, beberapa LSM Peduli AIDS dan PKBI

v Satu hal yang penting – tidak boleh terlalu idealis – lakukan yang bisa dilakukan sesuai potensi dan kemampuan serta meminta dukungan dari jaringan.

Kunjungan ke klinik VCT dilakukan setelah acara penjelasan. Fungsi-fungsi ruangan telah jelas digambarkan meskipun saat itu tidak ada satu penderita pun yang sedang dilayani.

Kunjungan terakhir di komplek pelacuran Galpanas/Tegalpanas (sekitar Ungaran), yang merupakan jaringan pembinaan PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia). PKBI yang dahulu focus pada program KB kemudian beralih dalam program IMS dan HIV/AIDS, termasuk penanganan anak jalanan dan kegagalan KB (penundaan usia kawin, ternyata menimbulkan masalah baru dengan gejolak seksual). Penjelasan paguyuban setempat cukup gamblang tentang sosialisasi penggunaan kondom, screening untuk penyakit infeksi seksual menular dan juga identifikasi penderita HIV/AIDS. Buah simalakama memang dihadapi ketika terkandung tujuan untuk mengentaskan para PSK untuk mandiri. Ada yang merasa sudah cocok dengan pasangan dan pergi, tetapi kemudian kembali lagi karena gagal mewujudkan bahtera rumah tangga yang harmoni dan sejahtera.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.